SALAM KENAL

   Warung Mbak La saya pilih namanya karena nama anak saya, yang dipanggil mbak La oleh tetangga-tetangga sekitar. Saya berfikir ingin membuka warung sebenarnya karena kepepet keadaan, karena job suami yang semakin sedikit, dan kekhawatiran saya dengan pekerjaan saya dengan status kontrak. Mengapa memilih warung atau kuliner atau masak memasak, yang padahal saya sendiri bukan expert di bidangnya? Karena terlintas saja, saya doyan makan, seneng masak.
     Saya tidak terpikir untuk membuka lapak disuatu tempat karena tidak mempunyai modal untuk sewa lapak, sedangkan posisi rumah di desa yang jalannya masuk sekali, jauhlah dari jalan utama. Saya hanya terpikir untuk membuka warung secara online, makanan bisa dipesan lewat aplikasi pemesanan online yang sudah ada. Dan saat ini, warung kami sudah terdaftar dalam aplikasi tersebut. Beberapa hari aktif, belum ada pesanan masuk. Tapi saya harus tetap optimis.
      Beberapa menu sudah saya buat. Minuman dan dessert juga tersedia. Tetapi memang membangun sebuah bisnis itu tidak bisa hanya dengan sebulan dua bulan. Saya harus tetap semangat. Ini semua demi masa depan anak saya.       

Komentar